Sabtu, 01 Oktober 2011

Semua gara-gara bu Gesda.......!!!


  Hari Rabu pun tiba hari di mana murid-murid kelas 9f membeci hari tersebut apa lagi si anak ngocol and nyolot yang namanya entah mengapa sangat aneh jika di dengar anak tersebut bernama Pulong,lebih tepatnya Pulong Gesot, aku kadang berpikir tega sekali orang tuanya memberikan nama seperti itu kepadanya aku juga berpikir apakah saat memberi nama itu orang tuanya sedang tidak waras,atau sedang terbentur tembok Cina, ah aku tak peduli yang penting orang tuanya masih berbaik hati memberikan nama untuknya mungkin jika aku yang menjadi orang tuanya  aku akan memberikan nama yang lebih jelek.


  Kembali tentang hari Rabu yaang di benci murid-murid kelas 9f,hari itu sangat di benci mereka karena pada hari itu ada mata pelajaran ibu Gesda yang kelihatannya seperti guru baik hati tetapi di balik wajahnya tersimpan sifat-sifat anehnya yang bin super duper guper  huper menakutkan, aku pun sempat tertipu dengan wajah manisnya ketika ia pertama kali mengajarku awalnya aku menyambut kedatangannya dengan baik tetapi ketika ia mengajar, aku baru menyadari di balik wajahnya yang imut-imut tersimpan kelakuannya yang ih amit-amit dan jika dalam peribahasa seperti musang berbulu domba jika kalian di ajarkannya mungkin kalian langsung menenggak racun serangga,atau gantung diri di tempat karena sifatnya yang aneh ia kadang mengajarkan hal yang bukan bidangnya seperti mengajarkan salto dalam kelas,mengajarkan lempar lembing,atau lompat tinggi dalam kelas, kami yang menyaksikan hal tersebut cukup tercengang,dan seakan ingin pingsan apalagi ketika ia melempar lembing dalam kelas kami, lembing tersebut mengenai temanku yang saat itu lengah dan akhirnya temanku meringis kesakitan dengan percaya dirinya bu Gesda menghampiri temanku dan menggoyang-goyangkan badan temanku sambil mengatakan “nggak sakit kan nak”, ya pasti   sakitlah kan dia ngelemparnya dengan kekuatan “power puuf girl”,mungkin ia pikir dengan cara seperti itu akan menghilangkan rasa sakit yang di dera temanku.

  Bel pelajaran bu Gesda pun berbunyi teman-temanku pun mulai cemas dan khawatir apa lagi yang ia akan lakukan dan siapa lagi yang akan menjadi sasarannya.suara familiar itu pun mulai terdengar dari kejauhan suara sepatu ibu Gesda yang sama anehnya dengannya, ketegangan teman-temaku pun mulai pada puncaknya ketika bu Gesda mulai memperlihatkan batang hidungnya kecuali si Pulong Gesot yang malah asik mukul-mukul meja sambil menyanyikan lagu “Goyang Dombret”.kami yang memprediksikan bahwa si Pulong akan mendapatkan semprotan dari bu Gesda ternyata prediksi kami itu meleset,bu Gesda malah merasa terharu dan senang malah ia mengatakan “Wah Pulong kamu sungguh murid yang paling berbakti ya...,kamu nggak usah segitunya lah ngasih sambutan buat kedatangan ibu ke kelas ini,tapi kamu tau aja lagu kesukaan ibu itu Goyang Dombret,ayo Pulong nyanyi lagi tarikkkkkk longggg...................”.lalu bu Gesda malah mengajak kami untuk menyanyikan lagu kesukaannya dengan di iringi Pulong yang alat musiknya yaitu meja,kami yang awalnya sport jantung menanti kedatangan bu Gesda ke kelas kami malah berubah menjadi sport hati,sport lambung,sport paru-paru,dan di ikuti sport usus halus.teman-temanku menimbulkan berbagai macam reaksi ketika melihat kelakuan si bu Gesda seperti menbenturkan kepalanya ke pintu berulang kali,ada yang langsung berzikir,aku sendiri menjatuhkan kepalaku ke meja dengan tidak sadar.bu Gesda yang malah keasikan dangdutan malah menambah dengan mengangkat satu kakinya ke atas meja dan meniru joget ala trio macan lalu di lanjuti dengan joget ala Inul Daratista,Dewi Persik,Anisa Bahar,dan Uut Peramatasari.wajar saja teman-temanku menyebutnya guru aneh, guru yang keasikan joget itu tak sadar bahwa umurnya sudah setengah abad, yang juga tak sadar bahwa ia mempunyai penyakit akut yaitu ayan mendadak, penyakit akutnya itu pernah mendadak kambuh di kelasku temanku yang awalnya berniat menolong malah rambutnya di jambak-jambak sama si bu Gesda dalam keadaan ayan dan akhirnya temanku trauma atas kejadian itu dan bersumpah tidak akan menolong bu Gesda lagi jika penyakit bu Gesda mendadak kambuh lagi walaupun hanya dirinyalah satu-satunya orang yang dapat menolong bu Gesda.
  
Ketika bu Gesda  menirukan joget ala Uut Permatasari seketika gerakan tubuhnya berhenti di sertai lirikan matanya yang menakutkan yang mengarah ke kepala pulong dan ia pun langsung mengeluarkan senjata andalannya yaitu gunting dari dalam tasnya yang ia sering gunakan untuk menaklukan murid laki-laki yang menurut bu Gesda rambutnya sudah tidak sesuai untuk anak sekolah memang kali ini bu Gesda ada benarnya tetapi terkadang bu Gesda tidak teliti mana murid laki-laki yang berambut gondrong mana yang tidak, pernah anak dari kelas 9e menjadi korbannya ia menjadi anak super minder ketika rambutnya berhasil di pangkas oleh bu Gesda padahal potongan rambut anak tersebut sudah memenuhi standar internasioanal dalam kategori standar potongan rambut untuk anak sekolah alhasil rambutnya kini mungkin bisa dibilang trend tahun 2156 yang akan datang meskipun aku juga tidak tahu apakah benar di tahun 2156 gaya rambut yang dimiliki anak tersebut akan menjadi trend center jika benar kita berhak memberikan piagam penghargaan kepada bu Gesda sebagai hair stylist terbaik sejagat raya karena ia yang telah menciptakan gaya rambut yang mungkin akan banyak di gandrungi para remaja di tahun 2156,tetapi aku berharap semoga keturunanku di tahun 2156 tidak menggunakan model rambut seperti itu yang jelas jika kalian melihat potongan rambut anak tersebut kalian tidak akan bisa untuk menahan tawa kalian, mungkin kalian bisa bolak-balik ke wc sampai 270 kali juga bisa menjadikan orang yang gendut jadi langsing dan yang langsing jadi gendut,jadi jika anda yang mempunyai masalah dengan bentuk tubuh silahkan anda melihat potongan rambut anak tersebut anda pasti merasakan khasiatnya.

  Mari kita kembali ke cerita awal, ketika gunting keramat bu Gesda mendarat di kepala Pulong tiba-tiba penyakit ayan bu Gesda mendadak kambuh alhasil kini Pulongpun menjadi korban bu Gesda, walaupun saat memangkas rambut Pulong bu Gesda terserang ayan tetepi ia tetap berhasil menjadikan rambut Pulong memenuhi standar Internasional ya meski begitu potongan bu Gesda sungguh tidak sempurna dan membuat Pulong yang ketika melihat kelakuan bu Gesda ingin dangdutan sempat merubah pikiran Pulong tentang bu Gesda yang menakutkan ternyata menyenangkan kini ia kembali ke pemikiran awalnya bahwa bu Gesda tetap menakutkan ketika ia mendapatkan pamangkasan rambut oleh bu Gesda, kini Pulong menjadi murid paling merana senusantara dan sifat Pulong kini berubah yang tadinya nyolot menjadi pendiam,yang tadinya ngocol menjadi minder.

  Kini Pulong tidak pernah lagi menyanyikan lagu goyang dombret karena baginya menyanyikan lagu itu mengingatkannya dengan kejadian mengenaskan itu.malam harinya Pulong merengek di hadapan ibunya ia mengadu bahwa ia telah mendapatkan pemangkasan rambut oleh bu Gesda tetapi Pulong malah kecewa dengan reaksi ibunya karena ibunya berkata “Pulong kau seharusnya berterimakasih kepada gurumu itu bu Gesda, karena dia sudah berbaik hati memotong rambut jelekmu itu mungkin jika dia tidak memotong rambutmu ibu tidak akan sudi mangakui kau sebagai anak ibu, karena ibu sangat malu mengakui kau sebagai anak di hadapan teman-teman SD ibu dulu karena rambutmu itu yang bau,jelek,berkutu,gembel, dan tergerai sampai ke lantai, tapi kalau begini ibu jadi suka dengan model potongan rambutmu itu yang di berikan bu Gesda”.Pulong yang mendengarkan kata-kata itu hanya bisa bengong dengan mulut mengangahnya dan Pulongpun membalas kata-kata ibunya “ibu......ibu tega sekali mengatakan hal itu kepadaku, ibu suka dengan model rambutku seperti ini tetapi aku menderita ibu, pokoknya besok aku tidak akan sekolah jika rambutku tidak kembali seperti semula!!”.lalu ibu Pulong kembali berkata “ya mana bisa rambutmu kembali seperti semula itu semua membutuhkan waktu 7 tahun 7 bulan 7 hari 7 malam 7 jam 7 menit 7 detik agar rambutmu bisa seperti semula memangnya kau mau masuk sekolah dengan menunggu waktu selama itu bisa-bisa kau menjadi murid tertua se-Indonesia yang duduk di kelas 9 SMP  atau kau ibu belikan rambut palsu saja, em ya sudah begini saja kau pergi ke salon saja untuk membenarkan model rambutmu itu nanti ibu akan memberimu uang untuk ke salon tapi kau datang ke salon mang Usep saja  ya soalnya kau pasti mendapatkan diskon dari mang Usep karena mang Usep adalah tukang salon langganan ibu sejak ibu baru di lahirkan”.dan Pulongpun menjawabnya “baiklah bu dari pada aku harus menanggung malu dengan model rambutku yang seperti ini”.

Sesampainya di salon
“Permisi pak maaf ini salon mang Usep bukan ya?”
“Iya anda benar....!!(dengan gaya pembawa acara kuis) abdi teh mang Usep aya naon nya?”
“Oke baiklah...kata ibu saya kalo saya motong rambut di sini bakalan dapat diskon ya mang benarkah begitu   mang?soalnya kata ibu saya,dia sudah langganan sama mamang sejak ibu saya di lahirkan!!” 
“Emmmm ibu kamu teh terlalu hemat nya atau ibu kamu teh memang nteu  modal tapi nteu naonlah soalnya mamangkan bager teing gitu loh....ngomong-ngomong ibu kamu teh namina odong nya ??”
“Loh kok mamang tau nama ibu saya odong??”
“Ibu kamu teh soalna di dieu atos terkenal pelitna....ya sudah kamu teh mau motong rambut model naon??”
“Apa sajalah mang yang penting rapih dan normal...”
   Mang Usep mulai merapihkan potongan rambut Pulong dari segala sisi kepala Pulong dengan asiknya mang Usep memotong rambut Pulong sambil menonton program reality show yang saat ini hampir banyak terdapat di stasiun TV di Indonesia, mang Usep tidak pernah ingin ketinggalan untuk tetap menyaksikan reality show orang ke-120 maka mang Usep selalu menyaksikan acara tersebut dari pojok sudut di dalam salonnya yang TVnya diletakkan di atas,dengan berlaga tukang cukur profesional mang Usep memotong rambut Pulong dengan tidak melihat kepala Pulong sementara mata mang Usep terus memandangi acara kesayangannya dengan tangan kanan terus memotong rambut Pulong tahap pertama mang Usep berhasil memotong rambut tanpa melihat kepala Pulong,tahap kedua ia pun berhasil dengan sempurna tetapi di tahap ketigalah mang       Usep gagal saking terbawa arus dari acara kesayangannya,mang Usep malah salah memotong sehingga ia malah menambah ketidaksempurnaan dari potongan bu Gesda dan dengan histerisnya Pulong menjerit seperti orang sedang mendapat gusuran mang Usep yang terlalu menghayati acara kesayangannya sampai tidak sadar bahwa ia salah, ia pun baru tersadar dari teriakann Pulong.
“Tidak..............oh ....tidak rambutku tambah hancur lebur.....”
“Oh maaf-maaf mamang teh tidak sengaja ya sudah bayarannya mamang gratisin “
“Aku mau pulang saja memang sudah nasibku punya model rambut kaya begini”
Saat di rumah
“Ibu aku mau menerima tawaran ibu saja untuk memakai rambut palsu”
“Loh memangnya kenapa Pulong??”
“Ah mang Usep malah menambah hancur rambutku aku sebel banget sama dia”
“Tapi kamu kan anak laki-laki masa mau pake rambut palsu?”
“Ah aku tidak peduli....!!ini semua gara-gara bu Gesda aku benci bu Gesda.............bu Gesda anehhhhhhhhh”
“Yang sabar ya nak ............................................................!!”
 
                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar