Hari Rabu pun tiba hari di mana murid-murid kelas 9f membeci hari tersebut apa lagi si anak ngocol and nyolot yang namanya entah mengapa sangat aneh jika di dengar anak tersebut bernama Pulong,lebih tepatnya Pulong Gesot, aku kadang berpikir tega sekali orang tuanya memberikan nama seperti itu kepadanya aku juga berpikir apakah saat memberi nama itu orang tuanya sedang tidak waras,atau sedang terbentur tembok Cina, ah aku tak peduli yang penting orang tuanya masih berbaik hati memberikan nama untuknya mungkin jika aku yang menjadi orang tuanya aku akan memberikan nama yang lebih jelek.
Kembali tentang hari Rabu yaang di benci
murid-murid kelas 9f,hari itu sangat di benci mereka karena pada hari itu ada
mata pelajaran ibu Gesda yang kelihatannya seperti guru baik hati tetapi di
balik wajahnya tersimpan sifat-sifat anehnya yang bin super duper guper huper menakutkan, aku pun sempat tertipu
dengan wajah manisnya ketika ia pertama kali mengajarku awalnya aku menyambut
kedatangannya dengan baik tetapi ketika ia mengajar, aku baru menyadari di
balik wajahnya yang imut-imut tersimpan kelakuannya yang ih amit-amit dan jika
dalam peribahasa seperti musang berbulu domba jika kalian di ajarkannya mungkin
kalian langsung menenggak racun serangga,atau gantung diri di tempat karena
sifatnya yang aneh ia kadang mengajarkan hal yang bukan bidangnya seperti
mengajarkan salto dalam kelas,mengajarkan lempar lembing,atau lompat tinggi
dalam kelas, kami yang menyaksikan hal tersebut cukup tercengang,dan seakan
ingin pingsan apalagi ketika ia melempar lembing dalam kelas kami, lembing
tersebut mengenai temanku yang saat itu lengah dan akhirnya temanku meringis
kesakitan dengan percaya dirinya bu Gesda menghampiri temanku dan
menggoyang-goyangkan badan temanku sambil mengatakan “nggak sakit kan nak”, ya
pasti sakitlah kan dia ngelemparnya
dengan kekuatan “power puuf girl”,mungkin ia pikir dengan cara seperti itu akan
menghilangkan rasa sakit yang di dera temanku.
Bel pelajaran bu Gesda pun berbunyi
teman-temanku pun mulai cemas dan khawatir apa lagi yang ia akan lakukan dan
siapa lagi yang akan menjadi sasarannya.suara familiar itu pun mulai terdengar
dari kejauhan suara sepatu ibu Gesda yang sama anehnya dengannya, ketegangan
teman-temaku pun mulai pada puncaknya ketika bu Gesda mulai memperlihatkan
batang hidungnya kecuali si Pulong Gesot yang malah asik mukul-mukul meja
sambil menyanyikan lagu “Goyang Dombret”.kami yang memprediksikan bahwa si
Pulong akan mendapatkan semprotan dari bu Gesda ternyata prediksi kami itu
meleset,bu Gesda malah merasa terharu dan senang malah ia mengatakan “Wah
Pulong kamu sungguh murid yang paling berbakti ya...,kamu nggak usah segitunya
lah ngasih sambutan buat kedatangan ibu ke kelas ini,tapi kamu tau aja lagu
kesukaan ibu itu Goyang Dombret,ayo Pulong nyanyi lagi tarikkkkkk longggg...................”.lalu
bu Gesda malah mengajak kami untuk menyanyikan lagu kesukaannya dengan di
iringi Pulong yang alat musiknya yaitu meja,kami yang awalnya sport jantung
menanti kedatangan bu Gesda ke kelas kami malah berubah menjadi sport
hati,sport lambung,sport paru-paru,dan di ikuti sport usus halus.teman-temanku
menimbulkan berbagai macam reaksi ketika melihat kelakuan si bu Gesda seperti
menbenturkan kepalanya ke pintu berulang kali,ada yang langsung berzikir,aku
sendiri menjatuhkan kepalaku ke meja dengan tidak sadar.bu Gesda yang malah
keasikan dangdutan malah menambah dengan mengangkat satu kakinya ke atas meja
dan meniru joget ala trio macan lalu di lanjuti dengan joget ala Inul
Daratista,Dewi Persik,Anisa Bahar,dan Uut Peramatasari.wajar saja teman-temanku
menyebutnya guru aneh, guru yang keasikan joget itu tak sadar bahwa umurnya
sudah setengah abad, yang juga tak sadar bahwa ia mempunyai penyakit akut yaitu
ayan mendadak, penyakit akutnya itu pernah mendadak kambuh di kelasku temanku
yang awalnya berniat menolong malah rambutnya di jambak-jambak sama si bu Gesda
dalam keadaan ayan dan akhirnya temanku trauma atas kejadian itu dan bersumpah
tidak akan menolong bu Gesda lagi jika penyakit bu Gesda mendadak kambuh lagi
walaupun hanya dirinyalah satu-satunya orang yang dapat menolong bu Gesda.
Ketika bu Gesda menirukan joget ala Uut Permatasari seketika
gerakan tubuhnya berhenti di sertai lirikan matanya yang menakutkan yang
mengarah ke kepala pulong dan ia pun langsung mengeluarkan senjata andalannya
yaitu gunting dari dalam tasnya yang ia sering gunakan untuk menaklukan murid
laki-laki yang menurut bu Gesda rambutnya sudah tidak sesuai untuk anak sekolah
memang kali ini bu Gesda ada benarnya tetapi terkadang bu Gesda tidak teliti
mana murid laki-laki yang berambut gondrong mana yang tidak, pernah anak dari
kelas 9e menjadi korbannya ia menjadi anak super minder ketika rambutnya
berhasil di pangkas oleh bu Gesda padahal potongan rambut anak tersebut sudah
memenuhi standar internasioanal dalam kategori standar potongan rambut untuk
anak sekolah alhasil rambutnya kini mungkin bisa dibilang trend tahun 2156 yang
akan datang meskipun aku juga tidak tahu apakah benar di tahun 2156 gaya rambut
yang dimiliki anak tersebut akan menjadi trend center jika benar kita berhak
memberikan piagam penghargaan kepada bu Gesda sebagai hair stylist terbaik
sejagat raya karena ia yang telah menciptakan gaya rambut yang mungkin akan
banyak di gandrungi para remaja di tahun 2156,tetapi aku berharap semoga
keturunanku di tahun 2156 tidak menggunakan model rambut seperti itu yang jelas
jika kalian melihat potongan rambut anak tersebut kalian tidak akan bisa untuk
menahan tawa kalian, mungkin kalian bisa bolak-balik ke wc sampai 270 kali juga
bisa menjadikan orang yang gendut jadi langsing dan yang langsing jadi
gendut,jadi jika anda yang mempunyai masalah dengan bentuk tubuh silahkan anda
melihat potongan rambut anak tersebut anda pasti merasakan khasiatnya.
Mari kita kembali ke cerita awal, ketika
gunting keramat bu Gesda mendarat di kepala Pulong tiba-tiba penyakit ayan bu
Gesda mendadak kambuh alhasil kini Pulongpun menjadi korban bu Gesda, walaupun
saat memangkas rambut Pulong bu Gesda terserang ayan tetepi ia tetap berhasil
menjadikan rambut Pulong memenuhi standar Internasional ya meski begitu
potongan bu Gesda sungguh tidak sempurna dan membuat Pulong yang ketika melihat
kelakuan bu Gesda ingin dangdutan sempat merubah pikiran Pulong tentang bu
Gesda yang menakutkan ternyata menyenangkan kini ia kembali ke pemikiran
awalnya bahwa bu Gesda tetap menakutkan ketika ia mendapatkan pamangkasan
rambut oleh bu Gesda, kini Pulong menjadi murid paling merana senusantara dan
sifat Pulong kini berubah yang tadinya nyolot menjadi pendiam,yang tadinya
ngocol menjadi minder.
Kini Pulong tidak pernah lagi menyanyikan
lagu goyang dombret karena baginya menyanyikan lagu itu mengingatkannya dengan
kejadian mengenaskan itu.malam harinya Pulong merengek di hadapan ibunya ia
mengadu bahwa ia telah mendapatkan pemangkasan rambut oleh bu Gesda tetapi
Pulong malah kecewa dengan reaksi ibunya karena ibunya berkata “Pulong kau
seharusnya berterimakasih kepada gurumu itu bu Gesda, karena dia sudah berbaik
hati memotong rambut jelekmu itu mungkin jika dia tidak memotong rambutmu ibu
tidak akan sudi mangakui kau sebagai anak ibu, karena ibu sangat malu mengakui
kau sebagai anak di hadapan teman-teman SD ibu dulu karena rambutmu itu yang
bau,jelek,berkutu,gembel, dan tergerai sampai ke lantai, tapi kalau begini ibu
jadi suka dengan model potongan rambutmu itu yang di berikan bu Gesda”.Pulong
yang mendengarkan kata-kata itu hanya bisa bengong dengan mulut mengangahnya
dan Pulongpun membalas kata-kata ibunya “ibu......ibu tega sekali mengatakan
hal itu kepadaku, ibu suka dengan model rambutku seperti ini tetapi aku
menderita ibu, pokoknya besok aku tidak akan sekolah jika rambutku tidak
kembali seperti semula!!”.lalu ibu Pulong kembali berkata “ya mana bisa
rambutmu kembali seperti semula itu semua membutuhkan waktu 7 tahun 7 bulan 7
hari 7 malam 7 jam 7 menit 7 detik agar rambutmu bisa seperti semula memangnya
kau mau masuk sekolah dengan menunggu waktu selama itu bisa-bisa kau menjadi
murid tertua se-Indonesia yang duduk di kelas 9 SMP atau kau ibu belikan rambut palsu saja, em ya
sudah begini saja kau pergi ke salon saja untuk membenarkan model rambutmu itu
nanti ibu akan memberimu uang untuk ke salon tapi kau datang ke salon mang Usep
saja ya soalnya kau pasti mendapatkan
diskon dari mang Usep karena mang Usep adalah tukang salon langganan ibu sejak
ibu baru di lahirkan”.dan Pulongpun menjawabnya “baiklah bu dari pada aku harus
menanggung malu dengan model rambutku yang seperti ini”.
Sesampainya di salon
“Permisi pak maaf ini
salon mang Usep bukan ya?”
“Iya anda
benar....!!(dengan gaya pembawa acara kuis) abdi teh mang Usep aya naon nya?”
“Oke baiklah...kata ibu
saya kalo saya motong rambut di sini bakalan dapat diskon ya mang benarkah
begitu mang?soalnya kata ibu saya,dia
sudah langganan sama mamang sejak ibu saya di lahirkan!!”
“Emmmm ibu kamu teh
terlalu hemat nya atau ibu kamu teh memang nteu modal tapi nteu naonlah soalnya mamangkan bager
teing gitu loh....ngomong-ngomong ibu kamu teh namina odong nya ??”
“Loh kok mamang tau nama
ibu saya odong??”
“Ibu kamu teh soalna di
dieu atos terkenal pelitna....ya sudah kamu teh mau motong rambut model naon??”
“Apa sajalah mang yang
penting rapih dan normal...”
Mang Usep mulai merapihkan potongan rambut
Pulong dari segala sisi kepala Pulong dengan asiknya mang Usep memotong rambut
Pulong sambil menonton program reality show yang saat ini hampir banyak terdapat
di stasiun TV di Indonesia, mang Usep tidak pernah ingin ketinggalan untuk
tetap menyaksikan reality show orang ke-120 maka mang Usep
selalu menyaksikan acara tersebut dari pojok sudut di dalam salonnya yang TVnya
diletakkan di atas,dengan berlaga tukang cukur profesional mang Usep memotong
rambut Pulong dengan tidak melihat kepala Pulong sementara mata mang Usep terus
memandangi acara kesayangannya dengan tangan kanan terus memotong rambut Pulong
tahap pertama mang Usep berhasil memotong rambut tanpa melihat kepala
Pulong,tahap kedua ia pun berhasil dengan sempurna tetapi di tahap ketigalah
mang Usep gagal saking terbawa arus
dari acara kesayangannya,mang Usep malah salah memotong sehingga ia malah
menambah ketidaksempurnaan dari potongan bu Gesda dan dengan histerisnya Pulong
menjerit seperti orang sedang mendapat gusuran mang Usep yang terlalu
menghayati acara kesayangannya sampai tidak sadar bahwa ia salah, ia pun baru
tersadar dari teriakann Pulong.
“Tidak..............oh
....tidak rambutku tambah hancur lebur.....”
“Oh maaf-maaf mamang teh
tidak sengaja ya sudah bayarannya mamang gratisin “
“Aku mau pulang saja
memang sudah nasibku punya model rambut kaya begini”
Saat di rumah
“Ibu aku mau menerima
tawaran ibu saja untuk memakai rambut palsu”
“Loh memangnya kenapa
Pulong??”
“Ah mang Usep malah
menambah hancur rambutku aku sebel banget sama dia”
“Tapi kamu kan anak laki-laki
masa mau pake rambut palsu?”
“Ah aku tidak
peduli....!!ini semua gara-gara bu Gesda aku benci bu Gesda.............bu Gesda
anehhhhhhhhh”
“Yang sabar ya nak
............................................................!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar