Sekarang kita jarang sekali
menemukan anak-anak bermain permainan tradisional seperti congklak,lompat
tali,gobak sodor dan permainan lainnya yang dulu kita kenal. Kita mengetahui
bahwa teknologi sudah semakin maju contohnya dalam permainan kini anak-anak
lebih senang untuk memilih permainan dengan teknologi yang canggih contohnya
playstation atau game online di bendingkan dengan permainan “jadul” yang
sebenarnya terdapat banyak segi positivenya seperti menumbuhkan rasa kekompakan
dalam tim ,lebih sering berkomunikasi dengan teman,contoh lain seperti lompat
tali yang dapat melatih kekuatan dan kelincahan kaki sedangkan dalam permainan
yang menggunakan teknologi terdapat beberapa segi negative sepert bermain
playstation kita akan sering melihat ke layar televisi atau komputer lebih lama
sehingga dapat merusak mata kita. Untuk mengenang permainan “jadul” mari kita
telusuri secara satu persatu dari segi permainan.
·
Gobak sodor
Cara bermain:
Anak-anak dibagi
menjadi 2 tim. Setelah menetuakn tim mana yang jaga,permainan dapat dimulai. Anggota
tim jaga harus menjaga di masing-masing garis yang telah ditentukan dan boleh
bergerak sepanjang garis tersebut untuk menyentuh anggota tim lawan. Tim yang tidak berjaga
berdiri di garis yang paling depan dan berusaha menerobos garis-garis tersebut
dan tidak boleh sampai tersentuh oleh tim yang jaga.
Setelah tim
berhasil menerobos garis paling akhir,mereka harus berusaha kembali ke tempat
pertama mereka mulai. Bila berhasil,mereka akan mendapatkan satu nilai,
sedangkan bila ada anggota tim yang tersentuh berarti giliran berganti. Tim yang
tersentuh akan bertugas untuk menjaga. Tim yang menang adalah yang mengumpulkan
nilai paling banyak.
·
Lompat tali
Permainan ini tidak
membutuhkan tempat yang luas. Oleh karena itu, dapat dimainkan di mana saja dan
kapan saja, seperti: di halaman sekolah (pada waktu istirahat) dan di halaman
rumah.
Peralatan yang digunakan
dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara
menganyamnya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet
lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3--4 meter.
Aturan permainan
Ada beberapa ukuran
ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas
lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas (di) pinggang (sewaktu melompat
pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan
posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi
yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat,
asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali
sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal
dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali
seacungan atau hasta pemegang tali.
Setelah semuanya siap,
maka satu-persatu pemain akan melompati tali dengan berbagai macam tahap
ketinggian yang telah disebutkan di atas. Pada ketinggian-ketinggian yang
sebatas lutut dan pinggang, umumnya para pemain dapat melompatinya, walaupun
pada ketinggian tersebut tali tidak boleh tersentuh tubuh pemain. Pada tahap
ketinggian yang sebatas dada hingga satu jengkal di atas kepala, mulai ada
pemain yang merasa kesulitan untuk melompatinya. Pergantian pemegang tali mulai
banyak terjadi pada saat ketinggian tali sebatas hingga dua jengkal di atas
kepala. Tahap yang paling sulit adalah ketika tali berada seacungan hasta
pemegangnya. Pada tahap ketinggian seperti ini, pada umumnya hanya
pemain-pemain yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan atau sering bermain
tali merdeka saja yang dapat melompatinya. Agar mempermudah lompatan, pemain
juga boleh melakukan gerakan berputar menyamping, yang jika diamati akan nampak
seperti perputaran baling-baling.
·
Congklak
Congklak adalah suatu
permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh
Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai
biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari
tumbuh-tumbuhan.Cara Bermain Congklak
1. Pada umumnya jumlah lubang keseluruhan adalah 16 yang dibagi menjadi 7 lubang kecil dan 2 lubang tujuan (masing-masing satu untuk setiap pemain).
2. Skor kemenangan ditentukan dari jumlah biji yang terdapat pada lubang tujuan tersebut.
3. Setiap pemain mengambil semua biji yang terdapat pada lubang kecil yang di inginkan, untuk disebar satu biji per lubang berurutan searah jarum jam (langkah tersebut dilakukan berulang)
4. Apabila pada lubang terakhir meletakkan biji masih ada isinya (lubang tersebut tidak kosong) maka pemain tersebut melanjutkan dengan mengambil semua biji yang terdapat pada lubang tersebut dan melanjutkan permainan.
5. Apabila peletakan biji terakhir berada pada lubang yang kosong maka pemain tidak dapat melanjutkan langkah dan tidak mendapat apa-apa (giliran untuk bermain ke lawan).
6. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain).
7. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji
itulah beberapa permainan tradisional yang mempunyai banyak manfaat seperti melatih ketangkasan,kecermatan serta kekompakkan dan permainan-permainan ini juga sangat menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar