Selasa, 01 November 2011

Permainan "Jadul"



Sekarang kita jarang sekali menemukan anak-anak bermain permainan tradisional seperti congklak,lompat tali,gobak sodor dan permainan lainnya yang dulu kita kenal. Kita mengetahui bahwa teknologi sudah semakin maju contohnya dalam permainan kini anak-anak lebih senang untuk memilih permainan dengan teknologi yang canggih contohnya playstation atau game online di bendingkan dengan permainan “jadul” yang sebenarnya terdapat banyak segi positivenya seperti menumbuhkan rasa kekompakan dalam tim ,lebih sering berkomunikasi dengan teman,contoh lain seperti lompat tali yang dapat melatih kekuatan dan kelincahan kaki sedangkan dalam permainan yang menggunakan teknologi terdapat beberapa segi negative sepert bermain playstation kita akan sering melihat ke layar televisi atau komputer lebih lama sehingga dapat merusak mata kita. Untuk mengenang permainan “jadul” mari kita telusuri secara satu persatu dari segi permainan.



·    Gobak sodor
Permainan ini biasanya dilakukan  di lapangan. Arena bermain merupakan kotak persegi panjang dan diberi garis dalamnya.
Cara bermain:
Anak-anak dibagi menjadi 2 tim. Setelah menetuakn tim mana yang jaga,permainan dapat dimulai. Anggota tim jaga harus menjaga di masing-masing garis yang telah ditentukan dan boleh bergerak sepanjang garis tersebut untuk menyentuh  anggota tim lawan. Tim yang tidak berjaga berdiri di garis yang paling depan dan berusaha menerobos garis-garis tersebut dan tidak boleh sampai tersentuh oleh tim yang jaga.

Setelah tim berhasil menerobos garis paling akhir,mereka harus berusaha kembali ke tempat pertama mereka mulai. Bila berhasil,mereka akan mendapatkan satu nilai, sedangkan bila ada anggota tim yang tersentuh berarti giliran berganti. Tim yang tersentuh akan bertugas untuk menjaga. Tim yang menang adalah yang mengumpulkan nilai paling banyak.
·    Lompat tali
Permainan ini tidak membutuhkan tempat yang luas. Oleh karena itu, dapat dimainkan di mana saja dan kapan saja, seperti: di halaman sekolah (pada waktu istirahat) dan di halaman rumah. 

Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3--4 meter. 

Aturan permainan
Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas (di) pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali. 

Setelah semuanya siap, maka satu-persatu pemain akan melompati tali dengan berbagai macam tahap ketinggian yang telah disebutkan di atas. Pada ketinggian-ketinggian yang sebatas lutut dan pinggang, umumnya para pemain dapat melompatinya, walaupun pada ketinggian tersebut tali tidak boleh tersentuh tubuh pemain. Pada tahap ketinggian yang sebatas dada hingga satu jengkal di atas kepala, mulai ada pemain yang merasa kesulitan untuk melompatinya. Pergantian pemegang tali mulai banyak terjadi pada saat ketinggian tali sebatas hingga dua jengkal di atas kepala. Tahap yang paling sulit adalah ketika tali berada seacungan hasta pemegangnya. Pada tahap ketinggian seperti ini, pada umumnya hanya pemain-pemain yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan atau sering bermain tali merdeka saja yang dapat melompatinya. Agar mempermudah lompatan, pemain juga boleh melakukan gerakan berputar menyamping, yang jika diamati akan nampak seperti perputaran baling-baling. 

·    Congklak
Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Cara Bermain Congklak
1. Pada umumnya jumlah lubang keseluruhan adalah 16 yang dibagi menjadi 7 lubang kecil dan 2 lubang tujuan (masing-masing satu untuk setiap pemain).
2. Skor kemenangan ditentukan dari jumlah biji yang terdapat pada lubang tujuan tersebut.
3. Setiap pemain mengambil semua biji yang terdapat pada lubang kecil yang di inginkan, untuk disebar satu biji per lubang berurutan searah jarum jam (langkah tersebut dilakukan berulang)
4. Apabila pada lubang terakhir meletakkan biji masih ada isinya (lubang tersebut tidak kosong) maka pemain tersebut melanjutkan dengan mengambil semua biji yang terdapat pada lubang tersebut dan melanjutkan permainan.
5. Apabila peletakan biji terakhir berada pada lubang yang kosong maka pemain tidak dapat melanjutkan langkah dan tidak mendapat apa-apa (giliran untuk bermain ke lawan).
6. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain).
7. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji

       itulah beberapa permainan tradisional yang mempunyai banyak manfaat seperti melatih ketangkasan,kecermatan serta kekompakkan dan permainan-permainan ini juga sangat menyenangkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar